4 Hari Kabur, Napi Lapas Ambon Ditangkap Kembali Usai Kepergok di Jembatan

Maluku

4 Hari Kabur, Napi Lapas Ambon Ditangkap Kembali Usai Kepergok di Jembatan

Muhammad Jaya Barends - detikSulsel
Kamis, 27 Agu 2026 17:00 WIB
Napi Lapas Kelas IIA Ambon kembali ditangkap usai 4 hari kabur.
Foto: Napi Lapas Kelas IIA Ambon kembali ditangkap usai 4 hari kabur.
Ambon -

Narapidana (napi) kasus pembunuhan bernama Imanuel Birahy (23) ditangkap kembali usai kabur dari Lapas Kelas IIA Ambon, Maluku. Imanuel diamankan setelah sempat kepergok warga sedang berada di jembatan.

"Iya benar (Imanuel napi kasus pembunuhan) telah ditangkap," kata Kapolresta Pulau Ambon, Kombes Andrias Susanto Nugroho kepada detikcom, Kamis (27/8/2026).

Imanuel ditangkap di bawah kawasan Jembatan Merah Putih di Kota Ambon, Kamis (27/8) siang. Seorang warga awalnya melihat Imanuel sedang berdiri di kawasan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Warga mengenali wajahnya karena disebar juga melalui media sosial (medsos). Warga kemudian melapor ke layanan darurat call center 110 Polresta Pulau Ambon," jelasnya.

Informasi tersebut kemudian disampaikan ke personel Polsek Teluk Ambon yang berdekatan dengan lokasi. Imanuel pun ditangkap tanpa melakukan perlawanan.

ADVERTISEMENT

"Imanuel tidak melakukan perlawanan saat ditangkap. Oleh personel, dia lalu dibawa ke Mapolsek Teluk Ambon untuk dititi sementara di ruang tahanan," jelasnya.

"Rencana sore ini, Imanuel akan dipindahkan ke Lapas Kelas IIA Ambon," tambah Andrias.

Selama kabur dari Lapas Kelas IIA Ambon, Imanuel selalu berpindah-pindah tempat persembunyian. Dia mengatakan Imanuel telah buron selama 4 hari.

"Dia (Imanuel) kabur sekitar empat hari," jelasnya.

Diketahui, Imanuel kabur dari Lapas Kelas II A Ambon usai membobol plafon dan memanjat tembok memakai sarung, Minggu (23/8) pukul 04.30 WIT. Napi itu kabur memanfaatkan kondisi lapas yang minim penerangan.

"Selain listrik, terdapat juga kosongnya Pos Menara Atas 2 karena keterbatasan personel, sehingga pengawasan di area perimeter tidak optimal," kata Kepala Lapas Kelas II Ambon, Sumarwoto Hendra Budiman kepada wartawan, Selasa (25/8).



(sar/asm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads